Menu Bar

Bar

Rabu, 15 Oktober 2014

LOYALITAS DAN INTEGRITAS BANK INDONESIA; BAGIMU NEGERI

Chusnul Fatiha Chairan

Menjadi lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil

(Visi Bank Indonesia)

Kalimat tersebut dapat ditemukan disetiap pembahasan tentang Bank Indonesia (BI). Segala bentuk program dan kebijakan BI harus berpedoman pada visi tersebut. Visi itu juga menggambarkan semangat yang dimiliki bank Indonesia dalam memberikan kontribusi terhadap kestabilan perekonomian negara. Sebagai salah satu lembaga negara yang independen, masyarakat Indonesia tentu mengharapkan profesionalisme bank Indonesia dalam menjalankan tugasnya.

Sebagai bank sentral, kestabilan nilai rupiah merupakan sebuah tujuan yang menjadi perhatian bank Indonesia. Terciptanya kestabilan nilai rupiah dapat menjamin terselenggaranya kegiatan perekonomian yang teratur dan terencana. Berbagai program dan kebijakan “diciptakan” Bank Indonesia sebagai salah satu upaya berkontribusi positif dalam perekonomian seperti Inflation Targeting Framework (ITF). ITF merupakan kebijakan moneter yang menetapkan besaran/target inflasi pada waktu kedepannya, sehingga setiap pelaku ekonomi menyesuaikan dan berusaha agar target tersebut tercapai tidak lebih dan tidak kurang.

Sejak berdiri pada 1 Juli 1953, BI telah melayani bangsa Indonesia dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi. Tidak hanya dalam bidang perekonomian, BI juga memberikan kontribusi aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui beberapa program sosial. Tidak henti-hentinya pula BI memberikan pendidikan atau edukasi mengenai sektor moneter/keuangan disetiap kalangan masyarakat Indonesia. Sehingga diumurnya yang ke 61 tahun, BI tetap menjaga eksistensi serta profesionalismenya sebagai “tangan kanan” pemerintah dalam menstabilkan perekonomian.

Dalam menjalankan tugasnya, BI selalu berpedoman pada 3 pilar penting yaitu pertama, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Kebijakan moneter merupakan salah satu penunjang kelancaran perekonomian, sehingga BI memerlukan perhatian khusus dalam menangani masalah perekonomian terkhusus di dunia perbankan dengan menggunakan kebijakan moneter. Sehingga dalam penetapan dan pelaksanaannya sesuai dengan rencana dan telah diperhitungkan. Kedua, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Hal ini berkaitan dengan kemampuan BI dalam menciptakan regulasi atau atauran yang berlaku dalam setiap tahap proses pembayaran dalam lembaga bank maupun non-bank. Ketiga, mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Demi terciptanya iklim perbankan yang kondusif dan sehat maka BI memberikan pengawasan kepada bank di bawahnya agar tidak terjadi kesalahan sistem dan prosedur dalam setiap transaksinya.

Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Merupakan sebuah kesalahan jika kita mengesampingkan peran BI dalam capaian tersebut. Kontribusi yang diberikan tentunya berpengaruh terhadap sektor mikro dan makro nasional secara positif sehingga turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti yang telah dikatakan di atas, kontribusi BI tidak hanya di sektor perekonomian tetapi juga di bidang sosial kemasyarakatan. Program BI Peduli (CSR) merupakan salah satu bentuk kepedulian BI terhadap sesama sehingga turut ambil bagian dalam proses peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya masyarakat Indonesia perlu tahu bahwa BI hadir sebagai salah satu instrumen penting dalam negara ini. Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dapat tercipta dengan baik dengan melihat kinerja dan profesionalitas dari BI. Loyalitas dan Intergritas BI sebagai lembaga independen selama ini merupakan sebuah contoh perwujudan nasionalisme yang kuat sehingga dapat mengilhami setia individu atau lembaga lainnya di Indonesia. Sangat layak untuk memberikan apresiasi berupa slogan : Dari BI Untuk Negeri.

DARI MAHASISWA UNTUK BANGSA

DARI MAHASISWA UNTUK BANGSA

Chusnul Fatiha Chairan

Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, suara mahasiswa telah merubah wajah negeri yang dahulu suram akan keserakahan, kejahatan, keterpurukan bahkan terjebak dalam jurang kebodohan menjadi sebuah harapan akan mimpi indah di masa depan. Gerakan mahasiswa, telah memberikan lembaran cerita tersendiri dari sejarah negeri ini. Gerakan yang mengantarkan Indonesia pada gerbang kebebasan dari tangan-tangan penindas dan pikiran-pikiran licik para pemangku kekuasaan.

Mahasiswa tidak hanya memiliki tugas untuk mengenyam pendidikan di perguruantinggi. Akan tetapi sebagai pihak yang telah menyandang gelar “pengkritisi”, mahasiswa juga berperan dalam mengawal dan mengawasi sepak terjang pemerintah dalam berbagai kebijakannya. Hal ini sangat diperlukan agar pemerintah tidak seenaknya mempermainkan jabatan mereka dengan memperalat rakyat kemudian mempertebal kantong pribadi.

Mahasiswa dengan berbagai pergerakannya yang mengatasnamakan rakyat, telah banyak memberikan sumbangsi positif bagi perubahan negeri ini. Suara keluh kesah rakyat miskin dipinggriran kota seakan menjadi teriakan besar ketika keluar dari mulut mahasiswa. Jeritan hati para buruh yang menuntut haknya seakan berarti ketika mahasiswa ikut menyurakan hak tersebut. Tangisan bayi busung lapar seakan terdengar sampai ke media massa ketika disuarakan oleh mahasiswa. Semuanya akan berarti ketika mahasiswa mulai bergerak.

Mahasiswa bukan tong kosong nyaring bunyinya, ketika mahasisw abeserta pergerakannya mulai memperjuangkan sebuah hak, maka mereka dating dengan segudang solusi pasti. Mahasiswa bukan orang bodoh yang mau menyiksa tenggorokannya denganteriakan-teriakan penuh omong kosong. Pola piker kritis dan terkonsep membuat mahasiswa mengerti akan betapa pentingnya kode etik dalam mengkritik, bukan malah sebaliknya, mengkritik sebuah kode etik tanpa ada jalan keluar yang ditawarkan.

Hal yang sangat disayangkan, ketika mahasiswa menyuarakan aspirasi, para pemangkujabatan di pemerintahan seakan diam dan tak ada respon sama sekali. Para pejabat pemerintahan menganggap suara mahasiswa hanya sekelas ocehan belaka yang dengan sendirinya akan hilang tanpa harus ditanggapi. Memang, ada juga pejaba tpemerintahan yang meluangkan waktunya mendengarkan aspirasi dari gerakan mahasiswa, namun tidak ada tindak lanjut sama sekali. Janji hanya sebuah isapan jempol belaka, semuanya dilakukan demi sebuah niat kemunafikan yang terkonsep dalam sebuah politik pencitraan.

Turun kejalan, orasi, bakar ban, spanduk kritikan, sampai pada penutupan akses jalan merupakan cirri khas gerakan mahasiswa ketika aspirasi mereka tidak didengarkan lagi. Entah dengan cara apalagi mahasiswa dapat menciptakan perubahan jika jalan diplomasi tidak dapat menghasilkan solusi memuaskan. Tak jarang, beberapa aksi mahasiswa sering berujung pada anarkisme atau bentrokan dan akhirnya justru “memvonis” mahasiswa sebagai pihak yang bersalah. Dari kesadaran mahasiswa, tak ada keinginan untuk melakukan hal tersebut namun ini merupakan sebuah permainan pihak tertentu yang berusaha memperburuk citra mahasiswa sebagai salah satu agen perubahan.

Gerakan perubahan oleh mahasiswa bukan merupakan sebuah teori yang mampu didapat dari mata kuliah di perguruan tinggi. Tetapi itu adalah spontanitas didasarkan pada dorongan hati nurani melihat realita kehidupan bangsa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur pancasila. Gerakan mahasiswa selalu mencoba mencari tempat yang tepat guna mengawal perubahan pada negeri ini.

Entah kepada siapa lagi negeri ini menaruh harapan tentang masa depannya kelak jika bukan pada mahasiswa sebagai pemuda penggerak perubahan. Janganlah gaung reformasi dijadikan sebagai kesenangan sesaat yang hanya berlaku pada saatdahulu, kemudian hilang tak berbekas. Jangan biarkan negeri ini terdiam membisu bersamaan dengan mengalirnyadosa-dosa para penjahat negara. Jangan biarkan kebebasan di negeri ini membuat pihak-pihak tertentu bebas menindas dan merampas hak-hak orang lain tanpab elaskasihan.

Marilah coba menyadari betapa masa depan negeri ini berada di pundak dan pikiran mahasiswa. Sudah terlalu banyak goresan-goresan hitam yang membuat ibu pertiwi menetesakan “air mata”, perubahan tidak dapatditunda-tunda, waktu terus berputar dan zaman terus berganti. Sosok Soekarno, Syahrir, atau bahkan Soedirman sekali pun sudah tak dapat kembali guna menyelamatkan Negara ini dari keterpurukan. Gerakan perubahan mahasiswa adalah sebuah keharusan sebagai bukti loyalitas tanpa batas kepada bangsa dan negara.

Daftar Pustaka

Azizy, A. Qodri Abdillah. 2010. Mereformasi Birokrasi. Bogor: PT. Sarana Komunikasi Utama.
PROFIL MENRISTEK RI

Nama Lengkap   :  Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS
Tempat, tanggal lahir  :  Banjarmasin, 1 September 1952
Agama                         :           Islam
Karir
1.      Menteri Negara Riset dan Teknologi – KIB II, Republik Indonesia, Kabinet Indonesia Bersatu, 2011 – sekarang.
2.      Menteri Lingkungan Hidup , 2009 – 2011
3.      Pembantu Rektor Bidang Akademik UNLAM, Nov 2006 –  2009
4.      Ketua Lembaga Penelitian UNLAM, 2003 –  2005
5.      Ketua Pengelola Pascasarjana Program Studi Ilmu Kehutanan, 2001 –  2003
6.      Wakil Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup UNLAM , 1993 –  1995
7.      Pembantu Dekan I Fakultas Kehutanan UNLAM, 1983 – 1985
8.      Ketua Program Studi Silvikultur, 1981 - 1982

Pendidikan
1.      Doktor (Ph. D/Silvikultur) 1999, Universitas Wageningen, Belanda
2.      Magister Sains (MS/Silvikultur) 1987, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
3.      Sarjana Kehutanan (Ir/Silvikultur) 1979, Fakultas Kehutanan UNLAM, Banjarmasin Afiliasi Fakultas Kehutanan IPB Bogor
4.      SMAN III 1970-1972, Banjarmasin
5.      SMPN III 1967-1969, Banjarmasin
6.      SRN Beringin 1960-1966, Banjarmasin

Pengalaman Penelitian / Karya Ilmiah
1.      Perubahan Struktur dan Pertumbuhan Permudaan setelah Pemeliharaan pada Hutan Bekas Tebangan System TPTI di Provinsi Jambi (1987)
2.      Survei Flora dan Fauna Hutan Tanaman Nasional Kutai dan Cagar Alam Kayan Mentarang Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka bantuan USAID untuk Pembinaan dan Pengembangannya (1988)
3.      Survei Flora dan Fauna Hutan Cagar Alam Bukit Raya Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka bantuan USAID untuk Pembinaan dan Pengembangannya (1988)
4.      Penelitian Fauna dan Pengamatan Berbunga dan Berbuahnya Tegakan Hutan di Suaka Margasatwa Pelaihari-Martapura (1989)
5.      Studi Variasi Longitudinal Ekology Sungai Kalaan di Suaka Margasatwa Pelaihari - Martapura Kalimantan Selatan (1989)
6.      ACID SULPHATE SOIL IN THE HUMID TROPICS : Ecological aspects of their development AARD & LAWOO the Netherland (1991)
7.      Aspek-aspek Ekology dari Pengembangan Tanah-tanah Sulfat Masam di Kalimantan Tengah (1991)
8.      Uji Species di areal HPH PT. Yayang Indonesia di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (1991)
9.      Pengaruh berbagai perlakuan terhadap pertumbuhan Anakan Meranti (Shorea Spp) (1992)
10.  Uji Provenan dan berbagai jenis stek sungkai di Panaan, Kalimantan Selatan (1992)
11.  Developing Criterian and Indicators for Community Managed Forest Indonesia test sites. CIFOR Field Test Report (1998)
12.  Pemetaan Habitat pohon Ulin (Euisideroxylon Zwageri) melalui program sistem informasi Geografi dan upaya Pengembangannya di Provinsi Kalimantan Selatan (1998)
13.  Sungkai (Peronema canescens) A Promising Pioneer Tree : an experimental provenance studi in Indonesia (1999)
14.  Evaluasi Revegetasi pada lahan Reklamasi Pasca Tambang Batu Bara di Kabupaten Tapin (2002)
15.  Evaluasi pertumbuhan semai beberapa provenan sungkai (Peronema canescens) di Kalimantan Selatan (2008)
16.  Co-author The Ecology of Kalimantan Periplus Edition (HK) Ltd (1996)
17.  Co-author Basic Ecology in Cooperation with the University of Eastern Indonesia (1985)
 Konsultansi :
1.      Tim Forester pada Kampsax (Denmark) - (1985)
2.      Tim Konsultan CIFOR (Center of International Forest Research) dalam Penyusunan dan Pengujian Kriteria dan Indikator untuk Hutan yang dikelola oleh masyarakat, Kalimantan Barat (1997)
3.      Tim Konsultan CIFOR (Center of International Forest Research) dalam Pengujian Kriteria dan Indikator yang dikembangkan oleh CIFOR untuk Pengelolaan Hutan yang Lestari (1998)
4.      Ketua Tim AMDAL beberapa HPH di Kalimantan Tengah dan Selatan, AMDAL Tambang, AMDAL Industri dan AMDAL Pelabuhan (1993-2000)
5.      Ketua Tim Studi AMDAL Batubara PT. Antang Gunung Meratus, Kalimantan Selatan (2001)

6.      Tim Konsultan (ERM, Inggris) dalam Penilaian Dampak Lingkungan dan Sosial dari Kegiatan Proyek Uni Eropa (SCKPFP) di Kalimantan Selatan dan TEngah (2001)
BIOGRAFI JIM GEOVEDI; HACKER TERBAIK INDONESIA

Jim Geovedi lahir di Lampung pada 28 Juni 1979 adalah seorang pakar keamanan teknologi informasi (hacker) ternama asal Indonesia yang mempunyai reputasi kelas dunia.
Pada tahun 1998-1999, setelah lulus SMA, Geovedi menjalani kehidupan sebagai seniman grafis di Bandar Lampung. Setelah seorang pendeta memperkenalkannya dengan komputer dan internet, ia mulai belajar secara otodidak dan menelusuri ruang obrolan para peretas ternama dunia.
Tahun 2001, Geovedi mendirikan C2PRO Consulting, perusahaan konsultan TI umum untuk lembaga pemerintahan. Ia juga mendirikan dan mengoperasikan perusahaan konsultan keamanan TI Bellua Asia Pacific pada tahun 2004, kemudian berubah nama menjadi Xynexis International. Ia lalu mendirikan perusahaan jasa keamanan Noosc Global pada tahun yang sama.
Ketika sistem telekomunikasi nirkabel baru masuk Indonesia tahun 2003, Geovedi pernah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem tersebut. Pada tahun 2004, ia disewa Komisi Pemilihan Umum untuk mencari tahu pelaku penjebol pusat data penghitungan suara pemilu dan berhasil.
Geovedi mengaku pernah meretas dua satelit Indonesia dan Cina, milik para kliennnya untuk menguji sistem keamanan kendali satelit dan melihat adanya kemungkinan untuk menggeser atau mengubah rotasinya. Ia sempat menggeser orbit satelit Cina dan membuat kliennya panik karena agak sulit mengembalikan orbit suatu satelit. Dengan bahan bakar ekstra, satelit tersebut akhirnya berhasil dikembalikan ke jalurnya. Tetapi untuk satelit Indonesia, Geovedi mengaku hanya mengubah rotasinya saja.
Sejak 2012 Jim Geovedi pindah ke London dan menetap di sana. Di London bersama rekannya mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer.

Dalam sebuah wawancara dengan Deutsche Welle, Geovedi mengatakan bahwa dengan kemampuannya, ia bisa mengendalikan jaringan Internet di seluruh Indonesia, mengalihkan lalu lintas datanya, mengamati lalu lintas data yang keluar masuk, dan memodifikasi semua transaksi keuangan, namun ia tidak tertarik melakukannya. Media sering menyebutnya sebagai contoh orang-orang yang terkenal di industri IT dengan mengandalkan otaknya saja tanpa gelar akademik.

(Sumber : http://uniqpost.com)
KELEMAHAN WINDOWS DALAM AKTVIASI WINDOWS 8
Banyak sekali postingan di blog yang beredar di internet mengenai cara aktivasi windows 8 menjadi gratis. Dari fenomena tersebut, beberapa (pakar T.I) menyebutkan bahwasanya microsoft ternyata dari dulu sampai sekarang selalu menjadi sasaran para pembajak. Menurut berita kompas tekno yang dirilis pada hari Senin, 26 November 2012 menuliskan bahwa paket upgrade Windows Media Center menyediakan fitur-fitur multimedia seperti menonton dan merekam TV. Akan tetapi, hal ini juga bakal mengaktifkan sistem Windows 8 ketika dipasang di komputer. Dan ternyata, paket Windows Media Center Upgrade untuk Windows 8 Pro yang dibagikan gratis oleh Microsoft sampai 31 Januari 2013 nantinya ternyata memiliki efek samping yang menguntungkan pembajak dan bisa dipakai untuk mengaktifkan sistem operasi itu tanpa biaya, dan para pembajak yang selama ini hanya mendapat aktivasi sementara Windows 8 melalui celah pada Key Management Service (KMS) pun bisa bersuka ria.

Bagaimana Aktivasi Windows 8 Mereka Lakukan?

Biasanya, KMS ini dipakai oleh tenaga IT support untuk mengaktifkan sistem operasi Windows di banyak komputer klien dalam jaringan lokal tanpa perlu menghubungkan komputer klien terkait ke server Microsoft. Lalu bermunculanlah sejumlah server KMS pembajak yang menebar kode aktivasi lewat internet, Tapi kode aktivasi yang diperoleh dengan cara ini hanya bisa mengaktifkan Windows 8 selama 180 hari sehingga metode pembajakan tersebut bisa dibilang kurang efektif. Nah, aktivasi permanen dari paket Upgrade Media Center dari Microsoft ini kabarnya bisa juga diterapkan di komputer-komputer yang Windows 8-nya hanya aktif sementara seperti itu. Hasilnya, Windows 8 aktif permanen.
Ironisnya, Microsoft sebelum ini memang sengaja mengurangi fitur Media Center dari Windows 8 Pro. Lalu, karena diprotes konsumen, raksasa software ini pun menawarkan paket upgrade Media Center gratis. Tak diketahui berapa kopi Windows 8 telah berhasil diaktivasi lewat cara setengah resmi ini. Yang jelas, Microsoft mungkin akan memandang sisi baik dari kejadian ini, seperti yang pernah diutarakan Bill Gates tahun 2006 soal Windows bajakan dari China: “Selama mereka akan mencurinya, kami mau mereka mencuri produk kami.” Maksudnya, biarpun tentu saja Microsoft ingin sistem operasinya dibeli lewat jalur resmi, pembajakan paling tidak bisa membantu membangun market share Windows.

(Sumber :http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com)


“PENELITIAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI”

            Namanya manusia pasti mengakui, dia merupakan makhluk Tuhan paling sempurna. Akan tetapi dengan kesempurnaan itu tidak berarti ia mempunyai hak mengetahui segala seluk beluk ataupun rahasia dari ciptaan Tuhan yang ada di alam semesta ini. Dengan kesempurnaan itu pula, bukan berarti manusia dapat menyombongkan diri dan puas dengan pengetahuan yang ia miliki. Jika diberi perbandingan, pengetahuan yang dimiliki oleh Tuhan adalah sebanyak air di lautan dan pengetahuan manusia hanya sebanyak air yang melekat pada jari telunjuk, sehabis mencelupkannya kedalam lautan tadi. Perbandingan itu merupakan bentuk penyadaran akan betapa besar kekuasaan dan pengetahuan Tuhan jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh ciptaanya. Eksistensi Tuhan adalah Pencipta, dan eksistensi manusia ciptaan. Jadi, pencipta jangan pernah disetarakan dengan ciptaan.
            Apakah pengetahuan manusia hanya sampai disitu dan tidak berkembang? Jawabanyya TIDAK, Tuhan telah menganugerahkan akal/pikiran kepada manusia, tujuannya selain untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan, juga untuk menjadi sarana dalam mengembangkan pengetahuan manusia itu sendiri. Pepatah menyatakan Banyak jalan menuju Roma. Dalam mengembangkan pengetahuannya, manusia dapat melakukan berbagai cara, salah satunya melalui penelitian. Penelitian adalah kegiatan taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi ataupun kesenian.
            Perlu kita ketahui, banyak orang di dunia ini terkhusus di Indonesia telah melakukan berbagai macam bentuk penelitian dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Penelitian tersebut telah menguak sebagian kecil dari kekuasaan Tuhan yang kemudian memberikan manfaat begitu besar terhadap kehidupan manusia. Dalam melakukan penelitian, seseorang harus menyelaraskan antara kata hatinya dan naluri akalnya. Hal ini menjadi penting karena dalam melakukan penelitian seseorang dituntut memiliki sifat kesabaran, hal itu kemudian diiringi dengan kekuatan akal pikiran dengan “berbahan bakar”  pengetahuan yang terbatas, hingga pada akhirnya mendapatkan “buah manis” dari hasil penelitian itu berupa pengetahuan baru.
            Setiap individu memiliki naluri peneliatan. Namun terkadang individu lupa bahwa ia dianugerahkan kelebihan seperti itu. Naluri penelitian seseorang tercermin dari sikapnya dalam menerima ilmu-ilmu ataupun pengetahuan baru. Dimana pengetahun baru tersebut tak langsung serta merta diterima  kemudian direalisasikan. Akat tetapi, pengetahuan baru tersebut di masukkan dalam otak lalu dianalisis guna mencari kebenaran pengetahuan baru tersebut. Hal ini harus dilakukan agar nantinya ilmu baru yang kita dapatkan tiadk membawa pada hal-hal negatif.
            Dari uraian yang ada di atas, tak heran jika banyak orang yang tertarik menjadi seorang peneliti. Seorang peneliti menganggap pekerjaan yang ia tekuni adalah tugas mulia, karena hasil yang didapatkan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Mereka yakin  penelitian dapat mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah. Maka tak salah jika pemuda-pemudi negeri ini yang memiliki jiwa kritis dan rasa ingin tahu kuat, dapat menjadikan penelitian sebagai sarana mengukir masa depan yang cerah demi kemajuan bangsa dan negara.   
TEKNOLOGI INFORMASI KESEHATAN MASYARAKAT

Reinhold Haux menyebutkan "Achievement of six most important (medical informatics) sub fields" dalam artikel Aims and Tasks of Medical Informatics yang diterbitkan International Journal of Medical Informatics pada tahun 1997 3, yang mencakup bidang-bidang:
1. Sistem informasi kesehatan;
2. Dokumentasi medis;
3. Pemrosesan signal medis;
4. Pemrosesan citra medis;
5. Pendukung diagnosis dan terapi berbasis pengetahuan;
6. Bioinformatika molekular.

Pertama. Sistem informasi kesehatan (poin 1 Haux) direpresentasikan pada sistem informasi rumah sakit yang sangat kompleks. Selain untuk mendukung kepentingan manajemen untuk tujuan efisiensi dan pelaporan, sistem informasi rumah sakit juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien.
Kedua. Dokumentasi medis (poin 2 Haux) mencatat seluruh data penting yang didapat selama pasien dirawat. Informasi pada medical documentation digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan medis, penelitian dan aspek legal.
Ketiga. Dengan ditemukannya perangakat pemrosesan citra medis (poin 4 Haux), seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET), kemampuan mendeteksi adanya kelainan kecil pada jaringan secara non invasif menjadi lebih baik. Selain untuk mendiagnosa, medical image processing juga telah diaplikasikan pada proses terapi, semisal perencanaan dosis radioterapi dan panduan bagi minimal invasive surgery.
Keempat. Melalui pemodelan dan representasi pengetahuan, knowledge-based support of diagnosis and therapy (poin 5 Haux) dimanfaatkan untuk membantu klinisi dalam menegakkan diagnosa dan memilih terapi yang tepat. Pada awal pengembangannya, sistem pendukung berbasis pengetahuan tersebut dikembangkan untuk tujuan khusus, semisal MYCIN sistem pakar diagnosa penyakit infeksi dan umumnya sistem tersebut berdiri sendiri, seperti QMR, DxPLAIN (poin 5 Sittig). Pada perkembangan selanjutnya, sistem pendukung keputusan klinis telah terintegrasi kedalam sistem informasi rumah sakit (poin 3 Sittig).
Kelima. Molecular bioinformatics (poin 6 Haux) mengembangkan algoritma, teknik komputasi dan statistik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ditemui pada analisis data biomolekular. Kemampuan komputasi yang ada saat ini dapat digunakan untuk melakukan analisis sekuen DNA, mencari gen pada suatu genom, menandai dan melakukan perbandingan genom, serta meprediksi struktur protein. Salahsatu pencapaian penting bioinformatics adalah Human Genome Project (poin 10 Sittig). Dengan melakukan interpretasi dari data lengkap genome manusia, akan dapat diidentifikasi gen-gen penyebab penyakit dan kelainan, seperti kanker, penyakit Alzheimer, fibrosis kistik, dan lain-lain.

(Sumber : http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com)