LOYALITAS DAN INTEGRITAS BANK INDONESIA; BAGIMU NEGERI
Chusnul Fatiha Chairan
Menjadi lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil
(Visi Bank Indonesia)
Kalimat tersebut dapat ditemukan disetiap pembahasan tentang Bank Indonesia (BI). Segala bentuk program dan kebijakan BI harus berpedoman pada visi tersebut. Visi itu juga menggambarkan semangat yang dimiliki bank Indonesia dalam memberikan kontribusi terhadap kestabilan perekonomian negara. Sebagai salah satu lembaga negara yang independen, masyarakat Indonesia tentu mengharapkan profesionalisme bank Indonesia dalam menjalankan tugasnya.
Sebagai bank sentral, kestabilan nilai rupiah merupakan sebuah tujuan yang menjadi perhatian bank Indonesia. Terciptanya kestabilan nilai rupiah dapat menjamin terselenggaranya kegiatan perekonomian yang teratur dan terencana. Berbagai program dan kebijakan “diciptakan” Bank Indonesia sebagai salah satu upaya berkontribusi positif dalam perekonomian seperti Inflation Targeting Framework (ITF). ITF merupakan kebijakan moneter yang menetapkan besaran/target inflasi pada waktu kedepannya, sehingga setiap pelaku ekonomi menyesuaikan dan berusaha agar target tersebut tercapai tidak lebih dan tidak kurang.
Sejak berdiri pada 1 Juli 1953, BI telah melayani bangsa Indonesia dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi. Tidak hanya dalam bidang perekonomian, BI juga memberikan kontribusi aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui beberapa program sosial. Tidak henti-hentinya pula BI memberikan pendidikan atau edukasi mengenai sektor moneter/keuangan disetiap kalangan masyarakat Indonesia. Sehingga diumurnya yang ke 61 tahun, BI tetap menjaga eksistensi serta profesionalismenya sebagai “tangan kanan” pemerintah dalam menstabilkan perekonomian.
Dalam menjalankan tugasnya, BI selalu berpedoman pada 3 pilar penting yaitu pertama, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Kebijakan moneter merupakan salah satu penunjang kelancaran perekonomian, sehingga BI memerlukan perhatian khusus dalam menangani masalah perekonomian terkhusus di dunia perbankan dengan menggunakan kebijakan moneter. Sehingga dalam penetapan dan pelaksanaannya sesuai dengan rencana dan telah diperhitungkan. Kedua, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Hal ini berkaitan dengan kemampuan BI dalam menciptakan regulasi atau atauran yang berlaku dalam setiap tahap proses pembayaran dalam lembaga bank maupun non-bank. Ketiga, mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Demi terciptanya iklim perbankan yang kondusif dan sehat maka BI memberikan pengawasan kepada bank di bawahnya agar tidak terjadi kesalahan sistem dan prosedur dalam setiap transaksinya.
Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Merupakan sebuah kesalahan jika kita mengesampingkan peran BI dalam capaian tersebut. Kontribusi yang diberikan tentunya berpengaruh terhadap sektor mikro dan makro nasional secara positif sehingga turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti yang telah dikatakan di atas, kontribusi BI tidak hanya di sektor perekonomian tetapi juga di bidang sosial kemasyarakatan. Program BI Peduli (CSR) merupakan salah satu bentuk kepedulian BI terhadap sesama sehingga turut ambil bagian dalam proses peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pada akhirnya masyarakat Indonesia perlu tahu bahwa BI hadir sebagai salah satu instrumen penting dalam negara ini. Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dapat tercipta dengan baik dengan melihat kinerja dan profesionalitas dari BI. Loyalitas dan Intergritas BI sebagai lembaga independen selama ini merupakan sebuah contoh perwujudan nasionalisme yang kuat sehingga dapat mengilhami setia individu atau lembaga lainnya di Indonesia. Sangat layak untuk memberikan apresiasi berupa slogan : Dari BI Untuk Negeri.