TEKNOLOGI INFORMASI KESEHATAN MASYARAKAT
Reinhold
Haux menyebutkan "Achievement of six most important (medical informatics)
sub fields" dalam artikel Aims and Tasks of Medical Informatics yang
diterbitkan International Journal of Medical Informatics pada tahun 1997 3,
yang mencakup bidang-bidang:
1.
Sistem informasi kesehatan;
2.
Dokumentasi medis;
3.
Pemrosesan signal medis;
4.
Pemrosesan citra medis;
5.
Pendukung diagnosis dan terapi berbasis pengetahuan;
6.
Bioinformatika molekular.
Pertama.
Sistem informasi kesehatan (poin 1 Haux) direpresentasikan pada sistem
informasi rumah sakit yang sangat kompleks. Selain untuk mendukung kepentingan
manajemen untuk tujuan efisiensi dan pelaporan, sistem informasi rumah sakit
juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien.
Kedua.
Dokumentasi medis (poin 2 Haux) mencatat seluruh data penting yang didapat
selama pasien dirawat. Informasi pada medical documentation digunakan untuk
mendukung pengambilan keputusan medis, penelitian dan aspek legal.
Ketiga.
Dengan ditemukannya perangakat pemrosesan citra medis (poin 4 Haux), seperti
Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET),
kemampuan mendeteksi adanya kelainan kecil pada jaringan secara non invasif
menjadi lebih baik. Selain untuk mendiagnosa, medical image processing juga
telah diaplikasikan pada proses terapi, semisal perencanaan dosis radioterapi
dan panduan bagi minimal invasive surgery.
Keempat.
Melalui pemodelan dan representasi pengetahuan, knowledge-based support of
diagnosis and therapy (poin 5 Haux) dimanfaatkan untuk membantu klinisi dalam
menegakkan diagnosa dan memilih terapi yang tepat. Pada awal pengembangannya,
sistem pendukung berbasis pengetahuan tersebut dikembangkan untuk tujuan
khusus, semisal MYCIN sistem pakar diagnosa penyakit infeksi dan umumnya sistem
tersebut berdiri sendiri, seperti QMR, DxPLAIN (poin 5 Sittig). Pada
perkembangan selanjutnya, sistem pendukung keputusan klinis telah terintegrasi
kedalam sistem informasi rumah sakit (poin 3 Sittig).
Kelima. Molecular bioinformatics (poin 6 Haux) mengembangkan algoritma, teknik
komputasi dan statistik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ditemui pada
analisis data biomolekular. Kemampuan komputasi yang ada saat ini dapat
digunakan untuk melakukan analisis sekuen DNA, mencari gen pada suatu genom,
menandai dan melakukan perbandingan genom, serta meprediksi struktur protein.
Salahsatu pencapaian penting bioinformatics adalah Human Genome Project (poin
10 Sittig). Dengan melakukan interpretasi dari data lengkap genome manusia,
akan dapat diidentifikasi gen-gen penyebab penyakit dan kelainan, seperti kanker,
penyakit Alzheimer, fibrosis kistik, dan lain-lain.
(Sumber : http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar