“PENELITIAN
DALAM TEKNOLOGI INFORMASI”
Namanya
manusia pasti mengakui, dia merupakan makhluk Tuhan paling sempurna. Akan
tetapi dengan kesempurnaan itu tidak berarti ia mempunyai hak mengetahui segala
seluk beluk ataupun rahasia dari ciptaan Tuhan yang ada di alam semesta ini.
Dengan kesempurnaan itu pula, bukan berarti manusia dapat menyombongkan diri
dan puas dengan pengetahuan yang ia miliki. Jika diberi perbandingan, pengetahuan
yang dimiliki oleh Tuhan adalah sebanyak air di lautan dan pengetahuan manusia
hanya sebanyak air yang melekat pada jari telunjuk, sehabis mencelupkannya
kedalam lautan tadi. Perbandingan itu merupakan bentuk penyadaran akan betapa
besar kekuasaan dan pengetahuan Tuhan jika dibandingkan dengan apa yang
dimiliki oleh ciptaanya. Eksistensi Tuhan adalah Pencipta, dan eksistensi
manusia ciptaan. Jadi, pencipta jangan pernah disetarakan dengan ciptaan.
Apakah
pengetahuan manusia hanya sampai disitu dan tidak berkembang? Jawabanyya TIDAK,
Tuhan telah menganugerahkan akal/pikiran kepada manusia, tujuannya selain untuk
membedakan antara kebaikan dan keburukan, juga untuk menjadi sarana dalam
mengembangkan pengetahuan manusia itu sendiri. Pepatah menyatakan Banyak jalan menuju Roma. Dalam
mengembangkan pengetahuannya, manusia dapat melakukan berbagai cara, salah
satunya melalui penelitian. Penelitian adalah kegiatan taat kaidah dalam upaya
untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan,
teknologi ataupun kesenian.
Perlu
kita ketahui, banyak orang di dunia ini terkhusus di Indonesia telah melakukan
berbagai macam bentuk penelitian dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Penelitian tersebut telah menguak sebagian kecil dari kekuasaan Tuhan yang
kemudian memberikan manfaat begitu besar terhadap kehidupan manusia. Dalam
melakukan penelitian, seseorang harus menyelaraskan antara kata hatinya dan
naluri akalnya. Hal ini menjadi penting karena dalam melakukan penelitian
seseorang dituntut memiliki sifat kesabaran, hal itu kemudian diiringi dengan
kekuatan akal pikiran dengan “berbahan bakar”
pengetahuan yang terbatas, hingga pada akhirnya mendapatkan “buah manis”
dari hasil penelitian itu berupa pengetahuan baru.
Setiap
individu memiliki naluri peneliatan. Namun terkadang individu lupa bahwa ia
dianugerahkan kelebihan seperti itu. Naluri penelitian seseorang tercermin dari
sikapnya dalam menerima ilmu-ilmu ataupun pengetahuan baru. Dimana pengetahun
baru tersebut tak langsung serta merta diterima
kemudian direalisasikan. Akat tetapi, pengetahuan baru tersebut di
masukkan dalam otak lalu dianalisis guna mencari kebenaran pengetahuan baru
tersebut. Hal ini harus dilakukan agar nantinya ilmu baru yang kita dapatkan
tiadk membawa pada hal-hal negatif.
Dari
uraian yang ada di atas, tak heran jika banyak orang yang tertarik menjadi
seorang peneliti. Seorang peneliti menganggap pekerjaan yang ia tekuni adalah
tugas mulia, karena hasil yang didapatkan memberikan manfaat bagi kehidupan
manusia. Mereka yakin penelitian dapat
mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah. Maka tak salah jika
pemuda-pemudi negeri ini yang memiliki jiwa kritis dan rasa ingin tahu kuat,
dapat menjadikan penelitian sebagai sarana mengukir masa depan yang cerah demi
kemajuan bangsa dan negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar