Menu Bar

Bar

Rabu, 15 Oktober 2014

“PENELITIAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI”

            Namanya manusia pasti mengakui, dia merupakan makhluk Tuhan paling sempurna. Akan tetapi dengan kesempurnaan itu tidak berarti ia mempunyai hak mengetahui segala seluk beluk ataupun rahasia dari ciptaan Tuhan yang ada di alam semesta ini. Dengan kesempurnaan itu pula, bukan berarti manusia dapat menyombongkan diri dan puas dengan pengetahuan yang ia miliki. Jika diberi perbandingan, pengetahuan yang dimiliki oleh Tuhan adalah sebanyak air di lautan dan pengetahuan manusia hanya sebanyak air yang melekat pada jari telunjuk, sehabis mencelupkannya kedalam lautan tadi. Perbandingan itu merupakan bentuk penyadaran akan betapa besar kekuasaan dan pengetahuan Tuhan jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh ciptaanya. Eksistensi Tuhan adalah Pencipta, dan eksistensi manusia ciptaan. Jadi, pencipta jangan pernah disetarakan dengan ciptaan.
            Apakah pengetahuan manusia hanya sampai disitu dan tidak berkembang? Jawabanyya TIDAK, Tuhan telah menganugerahkan akal/pikiran kepada manusia, tujuannya selain untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan, juga untuk menjadi sarana dalam mengembangkan pengetahuan manusia itu sendiri. Pepatah menyatakan Banyak jalan menuju Roma. Dalam mengembangkan pengetahuannya, manusia dapat melakukan berbagai cara, salah satunya melalui penelitian. Penelitian adalah kegiatan taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi ataupun kesenian.
            Perlu kita ketahui, banyak orang di dunia ini terkhusus di Indonesia telah melakukan berbagai macam bentuk penelitian dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Penelitian tersebut telah menguak sebagian kecil dari kekuasaan Tuhan yang kemudian memberikan manfaat begitu besar terhadap kehidupan manusia. Dalam melakukan penelitian, seseorang harus menyelaraskan antara kata hatinya dan naluri akalnya. Hal ini menjadi penting karena dalam melakukan penelitian seseorang dituntut memiliki sifat kesabaran, hal itu kemudian diiringi dengan kekuatan akal pikiran dengan “berbahan bakar”  pengetahuan yang terbatas, hingga pada akhirnya mendapatkan “buah manis” dari hasil penelitian itu berupa pengetahuan baru.
            Setiap individu memiliki naluri peneliatan. Namun terkadang individu lupa bahwa ia dianugerahkan kelebihan seperti itu. Naluri penelitian seseorang tercermin dari sikapnya dalam menerima ilmu-ilmu ataupun pengetahuan baru. Dimana pengetahun baru tersebut tak langsung serta merta diterima  kemudian direalisasikan. Akat tetapi, pengetahuan baru tersebut di masukkan dalam otak lalu dianalisis guna mencari kebenaran pengetahuan baru tersebut. Hal ini harus dilakukan agar nantinya ilmu baru yang kita dapatkan tiadk membawa pada hal-hal negatif.
            Dari uraian yang ada di atas, tak heran jika banyak orang yang tertarik menjadi seorang peneliti. Seorang peneliti menganggap pekerjaan yang ia tekuni adalah tugas mulia, karena hasil yang didapatkan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Mereka yakin  penelitian dapat mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah. Maka tak salah jika pemuda-pemudi negeri ini yang memiliki jiwa kritis dan rasa ingin tahu kuat, dapat menjadikan penelitian sebagai sarana mengukir masa depan yang cerah demi kemajuan bangsa dan negara.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar